
Banyak pelaku usaha kuliner memilih plastik semata karena murah dan mudah didapat. Masalahnya, tidak semua plastik dibuat untuk bersentuhan dengan makanan. Memahami bahaya plastik non food grade penting agar produk Anda tidak membawa risiko bagi pelanggan maupun reputasi usaha.
Apa Bedanya Food Grade dan Non Food Grade?
Plastik food grade dibuat dari bahan baku dan aditif yang diizinkan untuk kontak langsung dengan pangan, dan diproduksi dengan kontrol kebersihan. Plastik non food grade bisa memakai bahan daur ulang yang tidak jelas asalnya, pewarna, atau aditif yang tidak ditujukan untuk makanan. Di Indonesia, ketentuan bahan kemasan pangan diatur oleh BPOM, salah satunya melalui Peraturan BPOM Nomor 20 Tahun 2019 tentang Kemasan Pangan.
Risiko yang Mungkin Muncul
- Migrasi zat. Senyawa dari plastik dapat berpindah ke makanan, terutama makanan panas, berminyak, atau asam.
- Bau dan rasa asing. Plastik dari bahan daur ulang yang tidak terkontrol sering berbau, dan bau ini bisa menempel pada makanan.
- Kontaminasi fisik. Proses produksi yang tidak higienis berisiko meninggalkan kotoran atau partikel asing.
- Risiko bisnis. Keluhan pelanggan, ulasan buruk, hingga masalah perizinan bisa muncul jika kemasan tidak sesuai standar.
Ciri Plastik yang Perlu Diwaspadai
- Warnanya keruh tidak merata atau terlihat ada bintik.
- Berbau tajam saat kantong dibuka.
- Penjual tidak bisa menjelaskan bahan dan peruntukannya.
- Harga jauh di bawah harga pasar untuk spesifikasi yang sama.
Cara Memastikan Kemasan Aman
- Tanyakan langsung kepada produsen apakah plastik ditujukan untuk kontak dengan pangan.
- Pilih jenis plastik sesuai makanan. Panduannya ada di cara memilih kemasan plastik yang aman untuk produk konsumsi.
- Pisahkan fungsi: plastik yang bersentuhan langsung dengan makanan harus food grade, sedangkan kantong luar untuk membawa dapat memakai spesifikasi lain.
- Hindari memasukkan makanan yang sangat panas ke plastik yang tidak dirancang tahan panas.
Penjelasan lebih rinci tentang standar dan simbolnya ada di panduan memahami standar food grade.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah plastik HD aman untuk makanan?
HDPE termasuk bahan yang umum dipakai untuk kemasan pangan, asalkan dibuat dari bahan baku dan proses yang memang ditujukan untuk makanan.
Bagaimana jika plastik hanya dipakai sebagai kantong luar?
Jika makanan sudah berada di kemasan primer yang tertutup, kantong luar tidak bersentuhan langsung dengan makanan. Meski begitu, plastik bersih dan tidak berbau tetap lebih baik untuk citra produk.
Konsultasi Kemasan dengan Pabrik
PT Pandawa Amerta Packindo adalah pabrik kemasan plastik di Kartasura, Sukoharjo (Solo Raya) yang memproduksi plastik HD, PE, dan PP dengan ukuran, ketebalan, dan sablon sesuai kebutuhan usaha. Lihat contoh hasil produksi di halaman Produk, atau konsultasikan spesifikasi Anda dengan tim kami melalui WhatsApp +62 895-2105-2647. Alamat lengkap ada di halaman Kontak.