PT Pandawa Amerta Packindo

PABRIK PLASTIK, LAUNDRY, BERAS, DLL TERBAIK SE-INDONESIA
JAM KANTOR : Senin-Jumat 09:00-17:00 | Sabtu : 09:00-14:00 | Minggu dan Tanggal Merah : Libur

Panduan Memahami Standar Food Grade pada Plastik

emahami standar Food Grade bukan sekadar melihat logo. Anda perlu memahami jaminan bahwa material plastik tersebut tidak akan melepaskan zat berbahaya ke dalam makanan. Di Indonesia dan secara global, regulator mengatur standar ini dengan sangat ketat untuk melindungi kesehatan konsumen.

Berikut adalah panduan lengkap bagi Anda untuk memahami standar Food Grade:

1. Apa Itu Standar “Food Grade”?

Pakar mengategorikan sebuah material sebagai Food Grade jika memenuhi kriteria keamanan pangan berikut:

  • Tidak Beracun: Material tidak mengandung bahan kimia yang membahayakan tubuh manusia.

  • Migrasi Rendah: Zat kimia penyusun plastik tidak berpindah (migrasi) ke makanan melebihi ambang batas aman, meskipun terkena panas atau lemak.

  • Menjaga Karakteristik Makanan: Plastik tidak bereaksi dengan makanan sehingga rasa dan aroma aslinya tetap terjaga.

2. Simbol Utama yang Perlu Anda Kenali

Anda dapat menemukan dua penanda utama pada kemasan plastik layak konsumsi:

  • Simbol Gelas & Garpu: Logo internasional ini menyatakan bahwa produsen merancang wadah tersebut khusus untuk bersentuhan langsung dengan makanan/minuman.

  • Kode Resin (Angka 1-7): Produsen menggunakan angka 5 (PP), 2 (HDPE), dan 4 (LDPE) sebagai jenis yang paling direkomendasikan untuk keamanan pangan.

3. Regulasi Resmi BPOM di Indonesia

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengatur standar ini melalui Peraturan BPOM No. 20 Tahun 2019 tentang Kemasan Pangan:

  • Menetapkan Batas Migrasi: BPOM membatasi jumlah maksimal zat kimia (seperti timbal, kadmium, atau merkuri) yang boleh berpindah ke makanan.

  • Menyusun Daftar Positif: BPOM merilis daftar bahan mentah yang boleh digunakan oleh industri untuk membuat plastik kemasan pangan.

  • Mewajibkan Uji Laboratorium: BPOM mengharuskan produsen kemasan melakukan uji laboratorium untuk mendapatkan sertifikat layak guna.

4. Bahaya yang Dicegah oleh Standar Food Grade

Standar ini meminimalisir risiko kesehatan dari zat-zat berbahaya berikut:

  • BPA (Bisphenol A): Zat ini sering muncul pada plastik keras (angka 7). BPA dapat mengganggu sistem hormon dan reproduksi manusia.

  • Phthalates: Zat pelentur plastik ini dapat berdampak buruk pada kesehatan jangka panjang jika bermigrasi ke makanan.

  • Logam Berat: Pewarna plastik yang tidak standar dapat meracuni organ tubuh manusia.

5. Cara Memastikan Standar Food Grade pada Supplier

Jika Anda menjalankan usaha (UMKM atau Industri), jangan hanya memercayai ucapan supplier. Anda harus meminta dokumen-dokumen berikut:

  • Certificate of Analysis (COA): Laporan hasil uji laboratorium untuk setiap lot produksi.

  • Sertifikat Food Grade: Pernyataan resmi dari pabrik bahwa mereka menggunakan bahan baku virgin (murni), bukan hasil daur ulang limbah berbahaya.

  • Hasil Uji Migrasi: Data teknis yang menunjukkan tingkat perpindahan zat plastik saat pemanasan pada suhu tertentu.

Tips Praktis untuk Konsumen & Pelaku Usaha

Kategori Hal yang Harus Dilakukan
Pengecekan Fisik
Pastikan plastik tidak berbau tajam dan permukaannya tidak berminyak/lengket.
Warna Plastik
Hindari plastik berwarna gelap (hitam/biru tua) untuk makanan panas, karena biasanya berasal dari plastik daur ulang non-food grade.
Suhu Penggunaan
Selalu cek apakah kemasan memiliki label “Microwave Safe” atau “Freezer Safe”.

Standar Food Grade adalah janji keamanan. Menggunakan plastik non-food grade untuk produk konsumsi tidak hanya berisiko secara hukum, tetapi juga dapat merusak reputasi merek dan kesehatan konsumen Anda dalam jangka panjang.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *