PT Pandawa Amerta Packindo

PABRIK PLASTIK, LAUNDRY, BERAS, DLL TERBAIK SE-INDONESIA
JAM KANTOR : Senin-Jumat 09:00-17:00 | Sabtu : 09:00-14:00 | Minggu dan Tanggal Merah : Libur

Cara Tepat Mencegah Briket Hancur dan Berjamur Selama Pengiriman Jarak Jauh

Bagi produsen dan eksportir briket, pengiriman jarak jauh—terutama melalui jalur laut—menghadirkan tantangan logistik yang cukup berisiko. Perjalanan yang memakan waktu berminggu-minggu dengan tingkat kelembapan ekstrem di dalam kontainer sering kali memicu dua masalah utama, yaitu briket berjamur dan briket hancur menjadi debu.

Tentu saja, kerusakan produk saat tiba di tangan buyer bisa merusak reputasi bisnis dan menimbulkan kerugian finansial yang signifikan. Oleh karena itu, Anda harus memfokuskan tindakan pencegahan pada perlindungan kemasan yang maksimal. Berikut adalah langkah-langkah tepat yang bisa Anda lakukan untuk menjaga briket tetap utuh dan kering hingga ke tujuan.

1. Mengontrol Kadar Air Sejak Tahap Produksi

Sebelum memasukkan briket ke tahap pengemasan, Anda harus memastikan bahwa briket telah melewati proses oven pengeringan dengan standar yang ketat. Idealnya, kadar air (moisture content) briket ekspor harus berada di bawah 5%. Sebab, panas kontainer akan menguapkan kadar air yang terperangkap di dalam briket—baik briket arang batok kelapa maupun briket campuran biomassa seperti sekam padi atau serbuk gergaji. Selanjutnya, uap air tersebut akan memicu tumbuhnya jamur jika kemasan tidak memiliki sirkulasi udara atau perlindungan yang tepat.

2. Menggunakan Plastik Inner sebagai Penahan Kelembapan

Langkah ini menjadi garda pertahanan utama Anda melawan jamur. Plastik inner berfungsi sebagai moisture barrier (penahan kelembapan) yang memblokir udara lembap laut agar tidak menembus masuk ke pori-pori briket.

  • Memilih Material yang Tepat: Dalam hal ini, kami sangat menyarankan plastik berbasis HDPE atau LDPE. Plastik LDPE menawarkan fleksibilitas dan ketahanan air yang sangat baik untuk membungkus briket di dalam master box.

  • Menerapkan Teknik Pengemasan: Selain itu, Anda harus menyegel (seal) atau mengikat plastik inner dengan sangat rapat agar kondisi di dalam kemasan benar-benar kedap udara.

3. Mengunci Posisi Briket dengan Plastik Shrink

Gesekan antar briket saat terjadi guncangan selama perjalanan darat maupun ombak laut menjadi penyebab utama briket hancur atau ujungnya gompal. Oleh karena itu, di sinilah plastik shrink (plastik susut) memegang peran yang sangat krusial.

  • Memaksimalkan Fungsi Susut: Saat Anda memanaskan plastik menggunakan heat gun atau mesin shrink tunnel, plastik tersebut akan menyusut. Kemudian, plastik akan mencengkeram tumpukan briket (biasanya per 1 kg) secara ketat.

  • Meraih Keuntungan Maksimal: Hasilnya, Anda bisa menekan gesekan antar potongan briket hingga menjadi nol. Briket akan menjadi satu kesatuan blok yang solid dan sangat tahan terhadap guncangan logistik.

4. Memasang Lapisan Luar: Master Box Berbahan Karton Bergelombang

Setelah plastik shrink dan plastik inner mengamankan briket, Anda bisa memasukkan briket tersebut ke dalam master box (karton).

Dalam tahap ini, gunakanlah karton double wall (lapisan ganda) untuk memberikan bantalan ekstra. Karton tebal ini berfungsi menahan beban tumpukan di dalam kontainer. Dengan demikian, karton yang kuat akan mencegah tekanan dari atas yang berpotensi meremukkan briket di tumpukan paling bawah.

5. Menggunakan Desiccant di Dalam Kontainer

Meskipun Anda sudah mengoptimalkan kemasan, memberikan lapisan perlindungan tambahan pada ruang kargo tetaplah penting. Anda bisa menggantungkan desiccant (seperti silica gel khusus kontainer) di dalam ruang kontainer. Produk ini akan menyerap embun atau keringat kontainer (container sweat) yang terbentuk akibat fluktuasi suhu siang dan malam di lautan.

Kesimpulan

Pada akhirnya, kunci utama untuk mencegah briket hancur dan berjamur terletak pada sistem proteksi berlapis. Dalam sistem ini, kemasan plastik memegang peran yang paling vital. Kombinasi antara plastik shrink untuk mengunci struktur fisik briket dan plastik inner untuk memblokir kelembapan merupakan investasi yang jauh lebih murah. Tentunya, langkah ini jauh lebih baik dibandingkan jika Anda harus menghadapi risiko klaim atau retur dari buyer.

Oleh karena itu, pastikan Anda bekerja sama dengan supplier kemasan plastik industri yang memahami spesifikasi ketebalan dan jenis material (PE, HD, atau Shrink) yang sesuai dengan standar ketat ekspor briket.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *